Rembulan Memayungi Payung Teduh

Jujur saja, ajang seperti JakCloth bukanlah tempat yang tepat untuk menikmati gig Payung Teduh. Bayangkan saja, ada 5 panggung yang jaraknya berdekatan. Dan semua memanggungkan musisi di saat yang bersamaan. Payung Teduh sendiri tampil di Accoustic Stage yang cenderung “sunyi” dibanding stage lainnya. Maka seperti kata Bang Is, kita harus pintar-pintar memilah suara-suara yang ingin kita dengar dan tidak.

JakCloth

Kali pertama melihat gig Payung Teduh sekitar awal 2012 di Bentara Budaya Jakarta. Lagu “Angin Pujaan Hujan” yang bernuansa keroncong langsung merasuk dan membuatku langsung jatuh hati. Ditambah lagi alunan vokal nan syahdu serta lirik yang puitis dan dalam.

Baru kemarin malam melihat live lagu baru mereka “Puan Bermain Hujan” dan “Mari Bercerita” (duet bareng Icha). Dan kali ini aku tambah cinta. Lagu “Puan Bermain Hujan” seolah menjadi adik kecil lagu “Angin Pujaan Hujan”. Nuansa keroncong yang kental serta tema hujan menjadi benang merahnya. Semoga Payung Teduh kembali menciptakan lagu bertema sejenis dan dengan nuansa keroncong pula. Maka lengkaplah “Trilogi Lagu Hujan” mereka. Hahaha…

Ini lirik lagu Puan Bermain Hujan :

Menjelma bayang-bayang
Dalam hening
Dalam kerinduan
Kudapati Puan menangisi hujan
Meratapi hujan
Oooo

Bukan bersedih
Tapi kerinduan yg manis
Sedari tadi
Kuingin memeluk
Kuingin mendekap erat
Oooo

Puan asik dengan hujan
Puan sedang mengenang-ngenang
Puan sedih juga riang
Di setiap hujan datang
Di setiap hujan datang
Puan selalu seru
Bermain dengan hujan
(Di setiap hujan datang)
Hai hujan lagi, Puan
(Di setiap hujan datang)
Hai hujan lagi, Puan

Puan asik dengan hujan
Puan sedang mengenang-ngenang
Puan sedih juga riang
Di setiap hujan datang
Di setiap hujan datang
Puan selalu seru
Bermain dengan hujan
(Di setiap hujan datang)
Hai hujan lagi, Puan
(Di setiap hujan datang)
Hujan lagi, Puan
(Di setiap hujan datang)
Hai hujan lagi, Puan
(Di setiap hujan datang)

Di acara JakCloth 2013 itu Payung Teduh memainkan tak kurang dari sepuluh lagu. Dimulai dari “Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan”, “Kucari Kamu”, “Puan Bermain Hujan”, “Kita Adalah Sisa-Sisa Keikhlasan Yang Tak Diikhlaskan”, “Mari Bercerita”, “Berdua Saja”, “Angin Pujaan Hujan”, “Menuju Senja”, serta lagu anthem mereka, “Resah”. Ditutup dengan lagu “Tidurlah”.

Beberapa jam sebelum gig mereka, Jakarta diguyur hujan lebat. Tapi syukurlah pada jam 8 malam rembulan dan bintang-bintang muncul tepat di atas kepala memayungi mereka, memayungi Payung Teduh, memayungi kita semua.

Malam yang indah.

Malam yang indah.

Iklan

8 thoughts on “Rembulan Memayungi Payung Teduh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s