Broken December

Jakarta terasa sunyi sepanjang jalan tadi. Masuk rumah tepat ketika berganti hari. Masuk kamar lalu kurobek kalender harian dan menyisakan tiga lembar lagi. Kembali terpikir chat sepanjang sore dengan pemberi kalender ini. Kata demi kata yang membuat pikiran turbulensi. Mungkin yang kulihat selama ini hanya ilusi. Ingin rasanya pergi jauh dari sini. Mengikis memori. Tapi tak mungkin terus berlari. Atau sembunyi.

Semoga semakin banyak manusia baik di dunia ini.

Iklan